Perang Tarif Seluler

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini2010
mod_vvisit_counterKemarin2779
mod_vvisit_counterBulan Ini22207
-------- sejak 19 Juni 2008 --------
We have 22 guests online



Designed by:
SiteGround web hosting Joomla Templates
Nilai Bisnis Telekomunikasi 2008 Capai Rp 70 Triliun Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Rabu, 03/12/2008 15:46 WIB - Arif Pitoyo
JAKARTA (Bisnis.com): Nilai bisnis industri telekomunikasi di Indonesia tahun ini diprediksi akan mencapai Rp60 triliun-Rp70 triliun yang dipicu oleh pembangunan jaringan oleh operator ke sejumlah daerah dan kota dan makin meningkatnya jumlah pelanggan.
Presiden Direktur PT Excelcomindo Pratama Tbk Hasnul Suhaimi mengungkapkan nilai bisnis telekomunikasi tahun ini mencapai Rp60 triliun-Rp70 triliun.

“Tahun depan agak sulit diprediksi karena kondisi perekonomian nasional dan global pada 2009 tidak bisa diperkirakan saat ini,” ungkapnya kepada bisnis.com hari ini.

Namun menurut dia, pendapatan operator telekomunikasi diprediksi tumbuh 10%-15% sementara jumlah pelanggan akan meningkat sekitar 20%-25%.

Saat ini jumlah pelanggan telekomunikasi nirkabel di Indonesia mencapai 126 juta orang dan tahun depan diproyeksikan menembus 150 juta orang, sementara margin EBITDA (earning before interest, tax, depreciation, and amortization) rata-rata operator berkisar antara 40%-50%.

Berdasarkan catatan Bisnis, belanja modal XL tahun ini mencapai US$1,25 miliar dengan pendapatan usaha pada periode Januari-September 2008 naik 60% dibandingkan dengan sembilan bulan pertama tahun lalu menjadi Rp9,2 triliun.

Sementara Indosat, sudah mengalokasikan belanja modal sebesar US$1,4 miliar tahun ini. Pendapatan operasional anak perusahaan Qatar Telecommunciation itu hingga September 2008, mencapai Rp13,65 triliun, terbesar dari seluler yang mencapai Rp10,23 triliun, sementara Ebtida-nya sekitar Rp6,72 miliar. Belanja modal Telkomsel untuk tahun ini adalah sekitar US$1,5 miliar

Pendiri Indonesia Telecommunication User Group (Idtug) Henk Mahendra malah berpendapat nilai bisnis industri telekomunikasi pada tahun depan kemungkinan besar anjlok 10%-20% dibandingkan dengan akhir tahun ini.

“Krisis ekonomi global sangat memengaruhi belanja modal dan pendapatan operator telekomunikasi di Indonesia pada 2009,” tuturnya.(api)

 
< Prev   Next >