iPod, iPad & iPhone


Themis Reader Lite

Themis Reader

Link-Link Menarik

Seven World Tours
Pesan Tiket Pesawat | Pesan Kamar Hotel | Paket Tour International dan Domestik
Mary Queen
Play Group (PG), Taman Kanak-Kanak (TK) dan Sekolah Dasar
Kopeng Treetop
Kopeng Adventure Park
Multi Express, CV.
Nylon Insert Locknuts and All Metal Locknuts Specialist | Indonesia Sole Agent of Kotobuki Metals Ltd., Japan
PT. Skill
Information & Communication Technology Solutions
Benn Bagoes
Griya Busana, Rias & Dekorasi untuk Pernikahan Tradisional / Perkawinan Tradisional
Elo Karsa Utama, PT.
Comprehensive Supplier List for Biotechnology & Life Sciences Products

Jumlah Pengunjung

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday2417
mod_vvisit_counterYesterday3110
mod_vvisit_counterThis week10463
mod_vvisit_counterThis month68872
mod_vvisit_counterAll days1136253

Today: May 19, 2012


Home Berita Media Detik Telkom: Masa Perang Tarif Telah Lewat
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Banner
Telkom: Masa Perang Tarif Telah Lewat Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 

Selasa, 31/01/2012 15:02 WIB - Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Penyebaran internet broadband belum merata di Indonesia. Hal itu disadari Telkom. Itu sebabnya, sebagai BUMN telekomunikasi, operator incumbent itu tak mau lagi terjebak perang tarif dan lebih memilih konsep yang edukatif.

 


Menurut Eddy Kurnia, Head of Corporate Communication & Affair Telkom, kunci keberhasilan internet broadband Speedy di masa depan tak bisa dilepaskan dari strategi pemasaran berbasis manajemen pendidikan pelanggan.

Konsep ini diyakini tidak hanya mengubah paradigma menjual produk, tetapi memberikan manfaat terhadap akselerasi pendidikan dan berpengaruh terhadap kinerja perusahaan.

"Produk seperti Speedy sebenarnya memiliki banyak fungsi selain sebagai akses internet, tidak bisa hanya bermain tarif karena masa perang tarif telah lewat," kata Eddy di Jakarta, Selasa (31/1/2012).

Ia menjelaskan, dengan perubahan pola paradigma pemasaran itu pelanggan itu perlu dipintarkan. Intinya, ke depan produsen perlu memberikan perhatian kepada pelanggan agar rasa memiliki terhadap produk muncul dari mereka.

"Dalam kasus Speedy, perlu sekali memperhatikan kepentingan pelanggan agar mereka merasa dipintarkan dalam pengertian luas, artinya bukan hanya memberikan pemahaman product knowledge tetapi juga benefitnya dengan adanya internet berkecepatan tinggi itu," paparnya lebih lanjut.

Meski pertumbuhan akses broadband di Indonesia cukup menjanjikan, namun yang menjadi persoalan di Indonesia adalah terjadinya kesenjangan digital (digital divide).

Digital divide adalah kesenjangan antara komunitas yang efektif mengakses informasi melalui teknologi digital dan yang tidak dapat mengakses informasi secara digital.

Nah, menurut Eddy, wujud nyata dari program pemasaran Speedy berbasis pendidikan pelanggan adalah dengan diarahkan untuk mengatasi kesenjangan digital tersebut dengan membentuk komunitas pendidikan melalui berbagai kegiatan kepedulian sosial yang dilakukan oleh perusahaan.

"Antara lain program kesenjangan digital antara guru dan murid melalui pelatihan guru, pelatihan santri dan pelatihan usaha kecil dan menengah," kata Eddy yang belum lama ini menyabet gelar doktoral bidang keilmuan Administrasi Pendidikan dari Indonesia (UPI) Bandung.

Kemudian, Speedy sebagai broadband access, yaitu layanan internet berkecepatan tinggi yang memberikan manfaat kepada masyarakat, agar mendapatkan kemudahan akses mengikuti perkembangan pendidikan secara dalam menambah pengetahuan maupun mengikuti perkembangan pendidikan, baik formal, nonformal maupun informal.

Terakhir, implementasi pemasaran Speedy dalam rangka menjadi market leader di Indonesia dilaksanakan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur, membuat paket pemasaran, melakukan promosi dan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan pendidikan informal.

"Baik melalui media massa, pertujukan seni, kegiatan keagamaan, lembaga-lembaga, dunia kerja dan lingkungan lainnya," ucap Eddy.

Jika akselerasi pendidikan semakin merata, Eddy meyakini, masyarakat informasi yang cerdas akan semakin meluas sehingga pengguna akses broadband semakin meningkat dan pada gilirannya akan berpengaruh positif terhadap kinerja bisnis perusahaan.

"Karena masyarakat berbasis informasi yang diwujudkan itu tak bisa dilepaskan dari Speedy," imbuh pria yang berhasil menyabet anugerah Media Humas pada 2011 lalu ini.

Untuk mengimplementasikan konsep itu diakui Eddy tak mudah. Sebab, tantangan dari konsep ini adalah produsen biasanya produsen selalu ingin mendapatkan hasil yang cepat dan melupakan pemahaman itu sebuah proses.

"Bagi pelanggan, pengalaman itu sangat penting karena dalam konteks filosofis, pengalaman adalah pembelajaran dan pembelajaran itulah yang akan menentukan pelanggan menentukan pilihannya," tandas Eddy.

(rou/eno)

 

 

Add comment

Mohon fasilitas umum ini digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan kita bersama, sehingga tidak ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.
Hindarilah kata-kata yang kurang sopan sehingga kenyamanan kita bersama selalu terjaga.


Security code
Refresh

Pencarian

Subscribe to RSS

 

Subscribe to RSS

Link-Link Menarik

RAMAYANA
Dealer Resmi Motor Honda melayani Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Wilayah Lainnya
Maestro Technology
Outdoor Fine Wicker Furniture Manufacturers | Outdoor Furniture Wholesaler
iFlazz
Bisnis Pulsa dan Grosir Pulsa Murah
Indonesia Security Solution
EAS / Electronic Article Surveillance | CCTV | Fingerprint - Total Solution for Electronic Security System
The Managers Indonesia
Artikel-Artikel Manager
Doa Harian
Kumpulan Doa Harian | Doa Kristen | Doa Katolik
Anugerah Bestari
Programmable Operator Interface | HMI MONITOUCH Hakko Electronics Co., Ltd | Surabaya | East Java | Indonesia